Ada banyak jalan yang kerap dipilih manusia ketika berbicara tentang pencarian makna dan cahaya. Sebagian menempuhnya lewat ritus ibadah, sebagian lain melalui perbuatan baik, perjalanan fisik, atau perjumpaan dengan sosok yang dianggap lebih memahami.
Tidak ada satu rumus tunggal. Selama dijalani dengan kesadaran dan tanggung jawab, setiap cara sah menjadi medium pencarian. The Hauler Rawk membaca proses itu dengan caranya sendiri, menyalurkan kegelisahan dan energi batin tersebut melalui musik.
Lewat karya terbaru berjudul “Kabir”, The Hauler Rawk merekam perjalanan spiritual yang tidak selalu terang dan mudah dikenali. Kata Kabir dipilih dari maknanya sebagai Yang Maha Besar, sebuah simbol tentang kebesaran yang kerap tak kasatmata namun bisa dirasakan kehadirannya.
Bagi The Hauler Rawk, lagu ini bukan sekadar komposisi bunyi, melainkan ruang refleksi yang lahir dari keraguan, keheningan, dan keinginan memahami sesuatu yang melampaui diri manusia.
Iun, gitaris sekaligus vokalis The Hauler Rawk, menjelaskan bahwa “Kabir” mengangkat tema tentang pencarian cahaya yang tidak selalu hadir dalam bentuk yang jelas. Ia hadir dalam isyarat kecil, perasaan samar, dan proses batin yang sering kali berjalan perlahan. Pendekatan ini terasa selaras dengan karakter musik The Hauler Rawk yang selama ini lebih mengandalkan atmosfer daripada narasi verbal.
Menariknya, “Kabir” menjadi pengecualian dalam diskografi mereka. Band asal Palu ini dikenal jarang menggunakan lirik, namun untuk lagu ini mereka memilih membuka ruang kata, sekaligus untuk pertama kalinya menggunakan bahasa Indonesia.
ENV=481fa940-490b-43d4-a35d-b19fd6be535c
Support Gigsplay Dengan Saweria
🙏 Terima Kasih Atas Dukungan Anda!
Dukungan Anda sangat penting dan membantu Gigsplay untuk mendukung musisi independen Indonesia.
✅ KLIK UNTUK DONASI
Pilihan mode pembayaran